Embun Hati

Bagikan

Kesiur angin dan gemercik gelombang diterjang lancip hidung perahuku
kukira kelakar mereka yang menggunjingkan mabukku padamu
maka bintang-bintang yang berkedip-kedip di langit seperti mengejekku
tapi tak kuhiraukan aku tetap mengayuh sambil menutup dengan jemarikakiku
lobang-lobang pada dinding-dinding perahuku
yang dibuat khidir mengecoh lanun yang akan merampokku
sebelum ikan pepes sisa bekal musa meloncat ke samodera takjubku
haruskah aku membunuh bocah tak berdosa
menegakkan tembok nyaris runtuh secara sukarela
atau sekedar terus bertanya akan makna-makna
sebelum aku memutuskan akan ikut siapa
khidir atau musa?


Sumber: http://gusmus.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ingin Aplikasi dan Game ANDROID untuk HH kamu?

KLIK : http://adf.ly/DSbul

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch
BLOG INI SEKEDAR CATATAN BIAR GAK HILANG DAN LUPA. Seluruh isi Blog bebas Etika Copy/Paste. Silahkan COPY - PASTE seluruh isi ARTIKEL dengan bebas. Karena begitu indahnya berbagi informasi.mohon maaf bagi Blogger yang secara sengaja artikelnya saya "bajak" semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak ^^

masukkan alamat email anda:

Untuk belangganan ArtikelTerbaru


suryo basuki blog

suryo on Plurk

Arsip Blog