YANG TERPENDAM KINI MENAGIH JANJI


Lingkungan pegunungan adalah salah satu tempat wisata yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Bermacam-macam aktivitas wisata dapat dilakukan di sini mulai dari sekedar menikmati sejuk dan segarnya alam pegunungan, menikmati panorama yang indah sampai dengan aktivitas pendakian yang memerlukan persiapan khusus baik itu menyangkut kebugaran, perlengkapan dan perbekalan untuk mendaki. Di bawah ini kami berikan petunjuk umum untuk pendakian gunung Merapi dengan harapan dapat membantu dan demi keselamatan para pendaki.


Untuk kalangan muda kegiatan pendakian gunung cukup banyak diminati termasuk Merapi mempunyai tempat tersendiri dikalangan pecinta alam. Mencapai puncak Garuda dengan ketinggian ± 2980 di atas permukaan laut merupakan suatu kesenangan dan kebanggaan tersendiri. Namun perlu diingat bahwa Merapi adalah gunungapi aktif yang sewaktu-waktu dapat meningkat aktivitasnya sehingga perlu lebih waspada.

Merapi bertipe strato yaitu gunungapi yang tubuhnya dibentuk oleh endapan berlapis-lapis antara endapan awanpanas dan endapan lava. Jenis magma Merapi termasuk andesit basaltik yaitu magma dengan kandungan silika (Si02) 52-56%. Makin tinggi kandungan silica maka letusan semakin explosive. Erupsi Merapi khas, ditandai dengan pembentukan kubah lava yang bisa longsor membentuk aliran piroklastik, disebut juga awanpanas atau "Wedhus Gembel". Awanpanas merupakan ancaman bahaya utama karena kecepatannya mencapai >100 km/jam dengan suhu >200 °C saat diendapkan. Selang waktu letusan Merapi kira-kira 2 sampai 7 tahun, sehingga cukup ada jeda waktu yang aman untuk berwisata di sekitarnya. Pada dasarnya menuju puncak Merapi bisa dilalui dari berbagai arah, kecuali arah baratdaya dan selatan dimana aktifitas guguran lava bermuara. Guguran lava sering terjadi meskipun aktifitas Gunung Merapi pada level normal.

Ada dua jalur pendakian yang lazim dilalui oleh para pecinta alam, yaitu Jalur Selo (utara) dan Jalur Babadan (barat).

Jalur Pendakian

I. Jalur Selo (1600 m dpl)
Jalur ini mulai pada ketinggian ±1600 m merupakan lintasan terpendek menuju puncak, membutuhkan waktu rata-rata 4 jam. Pendakian dimulai dari Joglo II di atas Desa Plalangan, Kec. Selo, Kab. Boyolali. Ditempat ini disediakan tempat parkir yang cukup luas.

A. Terminal 1, Selokopo Ngisor (2000 m dpl )
Awal pendakian akan melewati jalan setapak yang kanan kirinya merupakan tanah pertanian penduduk. Kurang Iebih 30 menit, kita akan masuk kawasan hutan. Ada 2 percabangan menuju Selokopo Ngisor. Bila kita ambil arah kanan, akan melalui punggungan yang banyak tanjakan. Bila kita ambil arah kiri, kita akan melewati sisi tebing. Jalur ini awalnya agak datar, membelok, kemudian menemui percabangan lagi. Bila ambil jalur kanan, kemudian menanjak, berarti kita berada pada jalur menuju terminal I. Jalannya tidak curam. Menjelang sampai di terminal I, ada tanjakan yang tajam, sekitar 15 menit kita akan sampai di Selokopo Ngisor, pada elevasi 1800 M dpl. Apabila mengambil percabangan kedua yaitu ke kiri, kita akan melalui jalur Pogog. Jalur ini akan memotong lembah, kemudian naik melalui punggungan di sebelah timur Selokopo. Jalur ini akhirnya akan menyatu lagi pada jalur ke puncak di atas Selokopo Nduwur.

B. Terminal II, Selokopo Nduwur (2400 m dpl )
Jalan menuju Selokopo Nduwur cukup tajam, melalui lereng yang banyak batuan lepas. Vegetasi sudah mulai berkurang. Dari terminal I diperlukan waktu sekitar 1 jam. Disini akan dijumpai titik triangulasi sebagai referensi pengukuran geodetik.

C. Terminal III, Pasar Bubar ( 2600 m dpi )
Dari Selokopo Nduwur, jalannya tidak terjal. Jalan mulai naik tajam mendekati punggungan lava Gajah Mungkur. Setelah itu berbelok ke kiri agak datar menuju Pasar Bubar. Di tempat ini para pendaki mengambil istarahat panjang sebelum melanjutkan perjalanan.

Perjalanan selanjutnya mendaki Gunung Anyar menuju puncak Merapi. Kelerengannya tajam >70°. Dilihat dari Pasar Bubar, arah menuju puncak sedikit serong ke arah kiri (timur). Permukaan jalan tersusun atas material lepas. Mendekati puncak, bau belerang mulai menyengat tapi tidak berbahaya. Kita akan menjumpai titik-titik solfatara dengan suhu 80° C dan selalu berasap. Setelah itu kita akan sampai ditebing Kawah Mati yang terbentuk oleh letusan 1931. Kemudian berbelok ke kanan (barat) menuju puncak sekitar 5 menit, di sini kita akan jumpai tempat datar yang cukup luas, di bawah puncak Garuda. Kita bisa melihat pemandangan menakjubkan. Beberapa gunungapi utama di Jawa Tengah bisa dilihat diantaranya Sundoro, Sumbing, Pegunungan Dieng, dan Gunung Slamet di horison barat. Merbabu dapat dilihat di sebelah utara dan Lawu di sebelah Timur.

II. Jalur Babadan ( 1278 m dpl )
Mendaki Merapi dari pos Babadan mempunyai nuansa yang berbeda. Sedikit lebih berat, tetapi panoramanya lebih indah. Kita akan melewati empat hulu sungai yang medannya berliku. Di Pos Babadan tersedia pemandu profesional yang setiap saat siap mengantar ke puncak.

A. Terminal I, Bukit Pahtuk ( 1600 m dpl )Jarak tempuh ke Bukit Pathuk ± 1 jam. Kondisi jalan setapak terpelihara dengan baik, karena merupakan jalur utama para peladang. Jalannya tidak terlalu terjal sampai di Bukit Pathuk. Bila cuaca cerah, terlihat lampu-lampu kota yang gemerlapan. Pada siang hari, bisa dilihat puncak Gunung Merapi beserta kubah lavanya. Jejak-jejak guguran lava dan awanpanas terlihat jelas. Jarak ke puncak Merapi hanya sekitar 2,5 km.

B. Terminal II, Bukit Kejen ( 2100 m dpl )
Dari Bukit Pathuk, bila kita berjalan lurus ke atas akan menuju Bukit Klatakan. Untuk mencapai puncak, kita mengambil arah kiri ( utara ), menyeberang hulu K. Trising I, kemudian menanjak menuju Bukit Stabelan. Setelah itu jalan relatif datar menyeberang K. Trising II, kemudian menanjak menuju Bukit Krekep. Dari sini kita akan menempuh perjalanan yang berliku menyeberangi hulu K. Apu I, dimana orang lokal menyebutnya K. Gelar. Kemudian jalan menanjak menuju Bukit Kejen. Waktu tempuh dari Bukit Pathuk ke Bukit Kejen ± 1,5 jam.

C. Terminal III, Pasar Bubar ( 2600 m dpl )
Dari Bukit Kejen kita harus menyeberangi hulu K. Apu I. Pada siang hari, kita bisa berdiri segaris antara puncak G. Merapi di selatan dengan puncak G. Merbabu di sebelah utara. Sangat menakjubkan. Setelah itu, kita akan melewati jalan terjal menuju Gajah Mungkur. Gajah Mungkur merupakan persimpangan jalan jalur pendakian dari arah Selo clan Babadan. Kemudian kita akan menyatu di atas hamparan Pasar Bubar yang luas. Bila musim angin, tempat ini arusnya kencang. Saat istirahat kita perlu berlindung di sisi-sisi batu besar yang banyak dijumpai di tempat ini. Waktu yang dibutuhkan dari Bukit Kejen ke Pasar Bubar ± 2 jam. Perjalanan selanjutnya mendaki G. Anyar selama ± 1 jam. Jadi waktu pendakian dari Pos Babadan menuju puncak Merapi ± 5 jam.
Gajah Mungkur merupakan persimpangan jalan jalur pendakian dari arah Selo clan Babadan. Kemudian kita akan menyatu di atas hamparan Pasar Bubar yang luas. Bila musim angin, tempat ini arusnya kencang. Saat istirahat kita perlu berlindung di sisi-sisi batu besar yang banyak dijumpai di tempat ini. Waktu yang dibutuhkan dari Bukit Kejen ke Pasar Bubar ± 2 jam. Perjalanan selanjutnya mendaki G. Anyar selama ± 1 jam. Jadi waktu pendakian dari Pos Babadan menuju puncak Merapi ± 5 jam.

III. Jalur Kinahrejo Selatan (1000 m dpl)
Jalur Kinahrejo atau jalur Kaliadem Jalur ini relatif berat karena pendaki langsung berhadapan dengan medan yang terjal dengan sudut lereng antara 30 – 45 derajat. Aktivitas Merapi yang sekarang mengarah ke selatan membuat jalur ini sama sekali tidak disarankan.

UNTUK DIPERHATIKAN

Merapi merupakan gunungapi yang sangat aktif clan masa pra-erupsi hingga pasca erupsinya bisa berlangsung beberapa bulan. Oleh sebab itu harus memperhatikan tingkat aktifitas Gunung Merapi pada waktu pendakian.
Berikut diberikan kriteria rekomendasi pendakian berdasarkan tingkat aktifitas Merapi :

Normal : aman untuk semua kegiatan
Waspada : perlu konsultasi ke BPPTK
Siaga : tidak boleh mendaki ke puncak
Awas : tidak boleh mendaki




Peta jalur pendakian ke puncak Merapi yang terdiri dari 3 jalur dengan tingkat kesulitan dan keamanan berbeda-beda. Jalur Selo yang dimulai dari desa Plalangan termasuk jalur yang paling mudah dan cepat (4-5 jam) untuk sampai ke puncak. Jalur inilah yang paling banyak digunakan oleh para pendaki rekreasional maupun para peneliti gunungapi yang hendak bekerja ke puncak. Jalur ini pula yang relative paling aman karena arah aliran awanpanas Merapi saat ini cenderung menuju selatan-barat. Jalur Babadan termasuk kategori dengan tingkat kesulitan sedang karena waktu tempuh dari jalur ini untuk menuju ke puncak dibandingkan dengan jalur Selo lebih lama sekitar 1 jam-an. Jalur selatan atau jalur Kinahrejo adalah yang paling sulit dan menantang namun saat ini samasekali tidak disarankan karena berbahaya disebabkan oleh ancaman guguran batuan kubah ataupun aktivitas Merapi yang sewaktu-waktu mengarah ke sini.

Sumber: www.merapi.bgl.esdm.go.id



Jalur Pendakian Babadan



Lapangan Kubah Sulvatara



Puncak Garuda
( Puncak Impian Pendakian )



Apa Kabar Disket sekarang?

Disket? Ya nama benda yang satu ini adalah “disket”. Mungkin sebagian anak muda zaman sekarang tidak begitu familiar dengan benda “kecil” yang satu ini. Namun jika Anda sudah mengenal komputer pada era 80an hingga awal 2000an, maka benda ini sudah bisa dipastikan menjadi pegangan Anda sehari-hari, layaknya flash disk pada saat ini. Lalu apakah disket sama dengan flash disk? Ya tentu saja, fungsi kedua benda ini memang sama-sama sebagai media penyimpanan, namun dibedakan oleh ukuran dan kapasitasnya.
Saat ini sudah tidak begitu banyak orang yang menggunakan disket atau istilah komputernya disebut floppy disk, bahkan bisa dibilang barang langka, karena sudah tergusur dengan media penyimpanan lain seperti CD-RW, DVD-RW, Flash disk atau Zip drive. Kalau dulu sih pada saat merakit PC atau melihat paket-paket penjualan yang diberikan oleh toko. Tanpa adanya floppy disk kok sepertinya masih ada yang kurang. Tapi ya begitulah kenyataannya, lain dulu lain sekarang. :)
Sejarah floppy dimulai di tahun 1967, saat IBM memerintahkan divisi media penyimpanannya untuk menciptakan sebuah sistem yang sederhana dan tidak mahal untuk meloading microcode ke dalam mainframe mereka yaitu 370. Mainframe 370 adalah mesin yang pertama menggunakan memory semikonduktor, dimana pada saat daya listrik dimatikan, microcode harus di-load ulang. Normalnya, tugas itu bisa dilakukan dengan menggunakan tape drive. Tapi tape drive tersebut terlalu besar dan lambat, sedangkan IBM menginginkan sebuah alat yang lebih cepat dan kecil serta dapat di gunakan untuk transfer data antar komputer. Untuk membandingkan ukurannya dibawah ini saya tampilkan gambar komputer dan tape drivenya.

IBM370
Gambar Tape Drive
Di bawah pimpinan seorang yang bernama Alan Shugart, para teknisi di IBM berhasil mengembangkanfloppy disk yang pertama di tahun 1971. Pada waktu pertama kali ditemukan, namanya bukanlah floppy, melainkan memory disk. Nama “floppy” yang berarti fleksibel muncul karena memory disk tersebut sangat fleksibel. Di jaman itu, floppy dianggap sebagai penemuan yang revolusioner karena portable dan memudahkan transfer data.

Disket 8 inchi
Floppy disk pertama itu berukuran 8 inchi (20cm), dapat menampung 80 KB dan terbuat dari oksida besi bermagnet. Pada floppy itu dulunya belum ada jaket pelindung yang terbuat dari plastik seperti yang ada sekarang ini. Tapi karena debu dan kotoran menjadi masalah yang serius, mereka membungkus floppy tersebut dengan plastic yang dilapisi kain untuk membersihkan debu yang menempel . Tahun 1975, sebuah perusahaan yang bernama Burrough Corporation mengembangkan prototype floppy drive berukuran 5 1/4 inci. Namun dalam kelanjutannya, Burroughs Corporation memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini.
Di tahun 1976, Jim Adkisson yang merupakan salah satu bekas pegawai Alan Shugart ditawarkan proyek oleh Wang Laboratories. Menutrut Wang, format disk 8 inci terlalu besar untuk digunakan pada computer desktop yang sedang meraka kembangkan saat itu. Ada fakta yang menarik mengenai disk berukuran 5 1/4 inci ini. Saat melakukan pertemuan dalam sebuah bar di Boston, Adkisson bertanya kepada An Wang yang merupakan pimpinan dari Wang laboratories, sebesar apakah disk yang ia inginkan?. Kemudian Wang menunjuk ke sebuak serbet makan dan berkata “sebesar ini”. Jin Adkisson lalu membawa serbet itu yang kemudian dijadikan ukuran standar untuk disk 5 1/4 inci.

Pada awal tahun 80-an, disk 5 1/4 inci mulai digeser kedudukannya. Berbagai ukuran disk ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Mulai dari ukuran 2 inci, 2 1/2 inci, 3 inci dan 3 1/2 inci. Dan masing-masing system computer menggunakan formatnya sendiri-sendiri. Di tahun 1981, Sony memperkenalkan disknya yang berukuran 3 1/2 inci. Tapi semuanya berubah di tahun 1984 saat Apple Computer memilih format disk produksi Sony tersebut. Pihak Apple menggunakan disk tersebut untuk di pasangkan di computer Macintosh yang akhirnya menjadi standar di Amerika.
Seperti semua teknologi, disk 3 1/2 inci ini juga mengalami evolusi. Pada awalnya , disk ini mempunyai kapasitas 360 KB untyuk single sided dan 720 KB untuk yang double sided. Sebuah format baru yang bernama high density meningkatkan kapasitasnya menjadi 1,4 MB. IBM<>

Perbandingan Ukuran Disket
Kini, setelah teknologi berkembang dengan lebih cepat, keberadaan disket digantikan dengan CD-RW yang memiliki kapasitas maksimum 700 MB dan kemudian berevolusi dengan diproduksinya DVD-RW dengan kapasitas maksimum 8 GB, hingga diproduksinya Flash Disk dengan kapasitas maksimum 16 GB dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari disket. Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah nasib disket-disket tersebut sekarang?. Pihak Sony sebagai satu-satunya produsen disket saat ini telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan total produksinya pada awal tahun 2011. Walaupun Di masa jayanya tahun 2000, Sony sempat mengapalkan sampai 47 juta unit disket. Namun kedatangan perangkat penyimpanan baru seperti USB drive atau CD secara perlahan membunuh disket.
Namun jangan khawatir bagi Anda yang sangat mencintai koleksi disket Anda karena telah sangat berjasa bagi kehidupan Anda, atau bagi Anda yang masih memiliki koleksi disket di rumah dalam jumlah besar, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk membuatnya menjadi lebih berguna dengan menjadikannya sebagai karya seni atau barang daur ulang seperti tempat pensil, notebook atau bahkan tas gaul seperti ditunjukkan gambar berikut ini.

Tempat Pensil dari Disket

NoteBook dari Disket

Tas dari Disket

Dan ini koleksi disket saya,buat apa ya?

Semoga artikel ini berguna bagi pengetahuan dan inspirasi Anda.
Sumber: http://bangdanu.wordpress.com
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch
The next version of Ubuntu is coming soon

The Ubuntu Counter Project - user number # 34300
BLOG INI SEKEDAR CATATAN BIAR GAK HILANG DAN LUPA. Seluruh isi Blog bebas Etika Copy/Paste. Silahkan COPY - PASTE seluruh isi ARTIKEL dengan bebas. Karena begitu indahnya berbagi informasi.mohon maaf bagi Blogger yang secara sengaja artikelnya saya "bajak" semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak ^^

masukkan alamat email anda:

Untuk belangganan ArtikelTerbaru


suryo basuki blog

suryo on Plurk

free counters

Arsip Blog