Merantaulah

Bagikan




Merantaulah - Imam Asy-Syafi'i
Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan


Karya : Imam Syafi'i

Penyesalan

Bagikan

Ini adalah sebuah kisah nyata.seorang ibu menumpahkan semua emosi penyesalannya disebuah situs jejaring sosial untuk meringankan beban.Bukan untuk minta dikomentari.


Suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada
Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Bahaya minum air putih

Bagikan

Masih saya ingat kata-kata ibu guru yang mengajarkan ilmu PKK waktu itu (sekarang ada pelajaran PKK tidak ya?).Sekitar 19 tahun yang lalu pelajaran di SMP,ibu guru menerangkan,"Dalam etika makan kita dianjurkan makan sambil duduk,berpakaian (tidak mbleding bahasa Jawanya),dan (yang kuat diingatan saya adalah yang terakhir ini),sebelum makan jangan minum air putih dan atau disela-sela makan."
Waktu itu tidak ada yang menyanggah ataupun bertanya apa alasannya.Karena yang terpenting besok kalau ulangan ada pertanyaan sebutkan etika ketika kita makan maka jawabannya adalah ketiga anjuran tadi.
Lalu apa alasannya kita yidak boleh minum air putih sebelum makan?
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch
The next version of Ubuntu is coming soon

The Ubuntu Counter Project - user number # 34300
BLOG INI SEKEDAR CATATAN BIAR GAK HILANG DAN LUPA. Seluruh isi Blog bebas Etika Copy/Paste. Silahkan COPY - PASTE seluruh isi ARTIKEL dengan bebas. Karena begitu indahnya berbagi informasi.mohon maaf bagi Blogger yang secara sengaja artikelnya saya "bajak" semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak ^^

masukkan alamat email anda:

Untuk belangganan ArtikelTerbaru


suryo basuki blog

suryo on Plurk

free counters

Arsip Blog